omniture
PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring

Suning umumkan nilai pengadaan barang global sebesar EUR 15 miliar yang dibelanjakan selama CIEE berlangsung

2018-11-09 22:39

Suning menggelar ajang Global Supply Chain Summit di China International Import Expo

SHANGHAI, 9 November 2018 /PRNewswire/ -- Suning Holdings Group ('Suning'), raksasa bisnis yang menduduki peringkat kedua di jajaran 500 besar perusahaan non-BUMN di Tiongkok, telah mengumumkan nilai pengadaan barang yang dibelanjakan di ajangnya, bernilai hampir EUR 15 miliar.

Sun Weimin, Deputy Chairman, Suning.com berpidato di ajang tersebut
Sun Weimin, Deputy Chairman, Suning.com berpidato di ajang tersebut

Momen penting ini disampaikan dalam acara China International Import Expo (CIIE) di Shanghai — pameran bertema impor pertama yang digelar pemerintah Tiongkok minggu ini. Suning memilih CIIE untuk ajang '2018 Suning Global Supply Chain Summit' yang diadakannya.

Ajang Suning ini, berlangsung pada 6 November, didatangi sejumlah sosok penting dari industri ritel dan pemerintah. Mereka mengulas berbagai peluang dari langkah Tiongkok yang ingin meningkatkan impor dari luar negeri. Negara tersebut diperkirakan mengimpor produk dan jasa senilai lebih dari USD 10 triliun dalam lima tahun mendatang.

Suning juga berencana mengimpor barang-barang senilai EUR 10 miliar dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan meramal ada 5.000 lebih merek asal luar negeri kelak hadir di pasar dalam negeri Tiongkok yang menggiurkan. Merek-merek itu akan tampil lewat platform ritel canggih (smart retail) Suning dan rantai pasokan barang globalnya.

Zhang Jindong, Chairman, Suning Holdings Group, bilang, "Membangun hubungan strategis yang saling-menguntungkan dan saling-melengkapi, dengan sikap saling-percaya dengan lebih banyak mitra usaha global, ialah langkah penting bagi pertumbuhan masa depan perusahaan."

Suning menempatkan diri sebagai mitra terbaik di berbagai kanal penjualan Tiongkok. Anak usaha grup di bidang ritel canggih, Suning.com, terdaftar di peringkat Fortune Global 500 dan merupakan peritel O2O di Tiongkok. Anak usaha Suning tersebut kini memiliki lebih dari 10.000 gerai di 600 lebih kota, dan pada awal tahun ini, termasuk dalam daftar Fortune Global 500 dan merupakan peritel O2O terbesar di Tiongkok. Suning saat ini memiliki lebih dari 10.000 gerai di 600 lebih kota, serta pada awal tahun ini mendapat gelar merek termahal di Tiongkok pada industri ritel. Nilai mereknya mencapai RMB 230,628 miliar.

Sun Weimin, Deputy Chairman, Suning.com, berkata kepada audiens, "Peningkatan mutu konsumsi di Tiongkok tengah menjadi pendorong pertumbuhan baru di pasar konsumer global. Setelah menjalankan Reformasi selama 40 tahun, Tiongkok terus membuka pasarnya, demi meningkatkan pasokan barang dari luar negeri dan memenuhi tren konsumsi domestik yang tengah berkembang ini."

Suning membawa tim pengadaan dan pembelian barang sebanyak 500 orang ke CIEE. Mereka menjajaki sejumlah kemitraan dengan merek-merek luar negeri dari Eropa, Jepang, Australia dan Amerika Utara. Tujuh dari mitra kerjanya menghadiri CIIE sebagai tamu: Whirlpool, A.O. Smith, Rinnai, Noritz, ANCO, Ariston dan Metcash.

Suning juga mendatangkan Football Club Internazionale Milano S.p.A. asal Italia, atau yang biasa disebut Inter, dan LAOX, salah satu perusahaan terbesar pada sektor gerai bebas bea (duty-free) di Jepang, untuk berpameran di CIIE. Sejak diakuisisi Suning pada 2016, Suning menjalin sejumlah kemitraan dengan beberapa merek berpengaruh, termasuk China Unicom, Beko dan Maotai, serta ingin menjangkau lebih banyak merek konsumer dan penggemar di pasar setempat.

Beberapa pembicara lain di ajang 2018 Suning Global Supply Chain Summit termasuk Jin Hong, Wakil Menteri, Kementerian Dewan Pembangunan Perdagangan (Tiongkok); Gonca Yilmaz Batur, Wakil Menteri, Kementerian Perdagangan Turki; Nora K. Terrado, Wakil Menteri, Kementerian Industri dan Perdagangan Filipina; Jorge O'Ryan, Director, Prochile; Ottenberg Karsten, Chairman, Directors Board, CEO, BSH Home Appliance; Rebecca Wang, Vice President, Nestle Great China; serta Robert Coviello, Asia Executive Director, Bunge Limited.

Pada awal bulan ini, Suning.com melaporkan keberhasilannya membukukan pendapatan operasional senilai RMB 172,97 miliar (USD 24,79 miliar) sepanjang tiga triwulan pertama pada 2018, naik 31,15% secara tahunan. Suning Group memiliki pendapatan tahunan sebesar RMB 557,9 miliar (sekitar EUR 69 miliar).

Tentang Suning

Berdiri pada 1990, Suning adalah salah satu konglomerat terkemuka di Tiongkok dengan dua perusahaan terbuka di Tiongkok dan Jepang. Pada 2018, Suning berada di peringkat kedua dalam daftar 500 Besar perusahaan swasta terbesar di Tiongkok, dengan pendapatan tahunan sebesar USD 80,85 miliar (RMB 557,88  miliar). Dengan misi yang bertajuk "Leading the Ecosystem across Industries by Creating Elite Quality of Life for All", Suning telah memperkuat dan memperluas bisnis utamanya dalam delapan industri vertikal: Suning.com, Logistik, Jasa Keuangan, Teknologi, Real Estat, Media & Hiburan, Olahraga dan Investasi; Suning.com termasuk dalam daftar Fortune Global 500 pada 2017 dan 2018. www.suningholdings.com

Foto - https://photos.prnasia.com/prnh/20181108/2294060-1

 

Source: Suning Holdings Group

Featured Video

Related Keywords:

Banking/Financial Service

Household Products

Household/Consumer/Cosmetics

Retail

Trade show news

Advanced Search
Search
  
  1. Products & Services
  2. News Releases
  3. Knowledge Center
  4. Journalists & Media
  5. Multimedia Theater
  6. Contact Us